poster kaujon

Asal Usul Nama Kaujon

Kaujon dikalangan masyarakat serang dan sekitarnya dipercayai sebagai tempat tinggalnya kaum ulama dan bangsawan. Peninggalan yang ada di daerah kaujon menjadi saksinya. Dari mulai makam dan masjid kuno sampai bangunan sisa kolonialisme. Secara posisi pun termasuk dalam lingkar satu pusat pemerintahan dan sebagai salah satu daerah tertua di kota Serang. Bersinggungan dengan sungai Cibanten yang menjadi salah satu akses transportasi ke pelabuhan sebagai pusat perdagangan. Asal usul kata kaujon memiliki beberapa versi. Versi yang paling populer adalah yang menyatakan bahwa kaujon berasal dari nama Ki Uju, yang diabadikan menjadi nama salah satu jalan di daerah kaujon. Ki Uju adalah salah satu kyai yang makamnya pun masih terjaga sampai sekarang di kaujon. Versi lainnya ada yang mengatakan berasal dari nama Ki Mas Jong, yang juga diabadikan menjadi nama jalan. Dua tokoh terpandang dalam sejarah Serang. Dengan alasan pelafalan yang mendekati, dua nama tadi dianggap menjadi cikal bakal penamaan kaujon.

Berdasarkan riset dan wawancara di sekitaran Kota Serang, penulis menemukan arti dan asal usul lain tentang kata kaujon. Kaujon berasal dari kata ka-uju-an, yang berarti tempatnya para uju. Penamaan daerah ini umum ditemukan di daerah lainnya di sekitaran kota Serang. Penggunaan awalan ‘ka’ dan akhiran ‘an’ sebagai penamaan sebuah daerah menjadi hal yang umum dan menjadi kekhasan dengan sendirinya. Contohnya seperti; Kaibon dari kata ka-ibu-an yang merupakan tempatnya ibu, dalam hal ini istana permaisuri. Bunyi ‘ua’ kemudian diserap menjadi bunyi ‘o’ pada saat pelafalan. Karaton dari kata ka-ratu-an yang merupakan tempatnya ratu atau pemimpin. Daerah lainnya seperti kaloran dari ka-lor-an, kalodran dari ka-lodra-an, kasemen dari ka-semei-an, dan lainnya dengan pola yang sama. Diantara awalan ‘ka’ dan akhiran ‘an’ ada kata dasar yang seringkali berubah bunyi pada saat dua vokal akhir berdampingan. Ada juga yang menggunakan awalan “ke” seperti kepandean dari ke-pande-an, namun polanya tetap sama. Setiap kata dasarnya memiliki arti yang relevan dengan wilayah tersebut.

Penamaan ini bukan sekedar nama, jika diperhatikan dengan seksama, setiap nama daerah atau kampung lama di kota Serang memiliki tujuan yang terstruktur. Saya kira ini berkaitan erat dengan masuknya kota Serang sebagai pusat Kasultanan Banten, bahkan mungkin jauh sebelumnya. Kemiripan pola penamaan wilayah ini tidak hanya terjadi di Banten, namun juga terjadi di wilayah kesultanan atau kerajaan lain seperti kerajaan Galuh, kesultanan Jogjakarta, atau di wilayah kerajaan lainnya di pulau jawa. Menjadi penanda pengaturan geografis dengan tujuan yang mendukung pola pemerintahan dengan pengklasifikasian yang jelas. Kadipaten dari ka-adipati-an, yang merupakan tempat tinggalnya seorang bupati, Kasepuhan dari ka-sepuh-an, yang merupakan tempat tinggalnya para sesepuh atau orang yang dituakan.

poster kaujon
Desain Poster untuk Umah Budaya Kaujon

Kembali kepada Ki Uju, bisa jadi kaujon memang mengambil nama dari Beliau, atau bahkan bisa jadi sebaliknya, jika melihat kota Serang sebagai epicentrum sejarah dan perubahan kekuasaan di wilayah Banten sejak masa prasejarah. Berdasarkan wawancara saya dengan beberapa orang tua, Uju merupakan salah satu titel di Banten, seperti Ratu, Mas, Tubagus, Ntol dan lainnya. Citra yang ada sampai saat ini, daerah kaujon adalah wilayahnya para ulama dan priyayi. Hal ini mendukung pernyataan bahwa Uju sebagai titel. Karena Ki Uju adalah seorang kyai atau ulama, kemudian titel Uju menjadi sangat mungkin sebagai titel yang berkaitan dengan keagamaan. Secara Arti kata Uju sendiri, saya belum menemukan arti yang relevan, baik dari arti dalam bahasa Sunda maupun bahasa Jawa. Tulisan ini diharapkan menjadi referensi baru akan penamaan kampung kaujon dan mampu memancing ceita lain tentang kaujon lebih dalam lagi.

Sudut pandang baru ini mendorong Umah Budaya Kaujon untuk terus menggali sejarah lokal dan nilai-nilai luhur yang dikandungnya. Menjembatani cerita masa lalu untuk mengiringi masa kini agar dapat menyongsong masa depan dengan gemilang.

Erri Nugraha
Erri Nugraha

Berkesenian dan menulis adalah bagian dari keseharian, salam kenal!

Articles: 4