Jl. Hs. Jayadiningrat 6, Serang - Banten 42115
Umah Budaya Kaujon bekerjasama dengan Zetizen dan Masyarakat sekitar Kaujon dalam menyelenggarakan kegiatan Youth Storytellers untuk anak muda di kota Serang. Kegiatan ini adalah salah satu program kegiatan Umah Budaya Kaujon yang terselenggara atas dukungan program patron 2000 siswa. Khususnya dukungan dari salah satu patron kami, yaitu Ibu Francine Eustacia V. W. yang menjadi patron kegiatan youth storytellers angkatan pertama. Umah Budaya Kaujon berkomitmen untuk memberikan pelatihan berbagai lintas disiplin ilmu kepada siswa atau anak muda di kota Serang, paling sedikitnya 2000 siswa per tahun agar mendapatkan keterampilan baru. Mendorong anak muda untuk menjadi insan yang memiliki keterampilan lain diluar pendidikan formal dengan harapan dapat membuka peluang di masa depannya kelak.
Kegiatan ini berlangsung di bulan suci ramadhan 1447 Hijriah, sehingga kegiatannya dilaksanakan sekalian dengan kegiatan buka bersama. Untuk keterampilan pelatihan kali ini kami memilih keterampilan dalam membuat minivlog. Minivlog adalah video blog berdurasi singkat, biasanya satu hingga dua menit, yang merangkum momen, aktivitas sehari-hari, atau cerita tertentu secara padat, biasanya untuk disebarluaskan di berbagai kanal sosial media. Pada dasarnya kegiatan ini adalah pelatihan berkomunikasi melalui medium video, terdapat materi tentang pengolahan tema cerita yang akan diangkat, bagaimana merangkai cerita, dan mengedit video dari hasil merekam objek ceritanya menggunakan aplikasi sederhana di telepon pintar. Umah Budaya Kaujon dan Zetizen memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berkolaborasi di sosial media, sehingga karya mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa diapresiasi oleh lebih banyak penonton. Dengan harapan para peserta bisa mendapatkan benefit tambahan seperti kredit akan karyanya di sosial media.

Tema yang diambil kali ini adalah mengeksplorasi wilayah Kaujon, karena wilayah ini adalah wilayah dimana Umah Budaya Kaujon berada dan menjadi salah satu pengantar cerita di Museum Umah Kaujon. Potensi wilayah Kaujon yang bersinggungan dengan kali Cibanten serta memiliki beberapa cagar budaya seperti Masjid Kuno Kaujon, Makam Kiuju, Gedung Juang, dan Umah Budaya Kaujon itu sendiri. Selain itu di kaujon juga ada beberapa tempat menarik lainnya yang layak untuk terus digali, karena wilayah Kaujon adalah salah satu kampung tertua di kota Serang.
Dengan durasi yang relatif terbatas, acara yang di mulai dari pukul 15.30 – 18.00 WIB ini dirancang seefektif mungkin oleh tim Umah Budaya Kaujon, Zetizen, dan beberapa tokoh masyarakat sekitar. Peserta dibagi per kelompok, dengan komposisi satu kelompok terdiri dari 3 dan 4 orang, masing-masing kelompok menentukan konsep berceritanya sesuai kesepakatan kelompoknya. Dimulai dengan kunjungan ke museum Umah Kaujon yang dibimbing oleh tour guide kami. Dalam tur museum dijelaskan tentang perjalanan rumah kaujon dan para penghuninya, bagaimana perannya dan kaitannya dengan sejarah di kota Serang, Banten.
Setelah melakukan tur, peserta dibekali dengan teknik dan arahan tentang bagaimana membuat minivlog. Setelah diberikan pengarahan, para peserta kemudian terjun langsung kelapangan untuk mempraktekan membuat minivlog dengan objek yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu Museum Umah Kaujon, Masjid Kuno Kaujon, dan Kali Cibanten. Para peserta berjalan dari satu titik ke titik lainnya sambil melakukan perekaman. Pada saat tiba di Masjid Kuno Kaujon, para peserta mendapakan pendampingan dari Pak Dimas, selaku ketua DKM Masjid Kuno Kaujon. Kemudian pada saat menyisir Kali Cibanten, para peserta didampingi oleh Pak Iwan yang merupakan ketua RT 05 di wilayah Kaujon. Setelah rangkaian kegiatan selesai, masing-masing kelompok diberikan waktu satu hari untuk kemudian mengunggah hasilnya di akun masing-masing dengan berkolaborasi bersama Umah Budaya kaujon dan Zetizen.

Kegiatan ditutup dengan melaksanakan kegiatan buka bersama, sambil berdiskusi ringan tentang kesan-kesan mereka mengikuti kegiatan youth storytellers. Para peserta sebagai genZ bukan tidak peduli dengan sejarah, tapi karena minimnya informasi terkait itu. Ketika mereka tahu cerita dan sejarah akan Museum Umah Kaujon, Masjid Kuno Kaujon dan Kali Cibanten, mereka menjadi lebih sadar saat melintasi wilayah Kaujon di dalam kesehariannya. Dari hal yang biasanya hanya lewat dan anggap biasa, ternyata punya nilai sejarah yg tinggi. Mereka meminta kegiatan ini dirutinkan biar bisa menjangkau banyak anak muda lainnya supaya lebih sadar dan bisa mengapresiasi budaya dan sejarah loka kota Serang.
Pendekatan pelatihan melalui minivlog ini jauh lebih seru dan relate, Karena saya bisa mendapatkan informasi langsung dari para pemandu, sekalian menangkap momennya.
Ujar salah satu peserta youth storrytellers
Youth storytellers adalah salah satu upaya Umah Budaya Kaujon dalam mendokumentasikan kota Serang, terutama wilayah Kaujon. Sebagai intitusi budaya dan juga Museum, pendokumentasian merupakan salah satu cara dalam menjaga dan melestarikan sejarah sehingga memperkaya artefak sejarah kota juga memperkuat identitas lokal kota Serang. Umah Budaya Kaujon akan melanjutkan kegiatan ini menjadi kegiatan reguler, oleh karena itu Umah Budaya Kaujon memerlukan dukungan dan kolaborasi dari para pihak pemangku kepentingan, sehingga dapat direalisasikan dan berkelanjutan.





