Berpesta Bersama

Ulang tahun Umah Budaya Kaujon tahun ini mengusung tema kolaborasi antar komunitas dengan bersama-sama berpesta merayakan kebersamaan menjadi sebuah kegiatan yang produktif. Berpesta bersama 477 pengunjung, 16 peserta bazar, 12 komunitas dan 15 pendukung acara telah berlansung selama 3 hari dari tanggal 19-21 Juni 2026. 

Diinisiasi oleh Umah Budaya Kaujon dan Museum Sepeda yang ingin merayakan ulang tahun, gayung bersambut dengan komunitas Liga Kolektif yang sedang merancang festival Sorasorai, maka berpestalah bersama kami semua di akhir pekan bulan Juni. Belajar bersama, berkarya, berjualan, berolahraga, bermeditasi, bersepeda, berdiskusi, bertegur sapa bersama-sama saling merespon diantara 12 komunitas yang terlibat dan para pengunjung. 

Di ruang budaya yang dapat diakses oleh berbagai kalangan tanpa terkecuali, inklusifitas adalah nafas kedua setelah kebersamaan yang dihadirkan di pesta ini. Panitia menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti akses ramah pengguna kursi roda, layanan penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), ruang laktasi, area istirahat keluarga, dan kids corner sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman sesuai kebutuhan masing-masing.

Hari Pertama

Rangkaian kegiatan dibuka melalui sesi meditasi yang diselenggarakan bersama Tieta Management dan diikuti oleh 19 peserta. Kegiatan ini menjadi pembuka festival yang mengajak peserta membangun kesadaran diri, ketenangan pikiran, dan energi positif sebelum mengikuti berbagai aktivitas selama festival berlangsung.

Pada siang hari, masyarakat mulai mengunjungi area festival sekaligus berinteraksi dengan para pelaku UMKM yang membuka tenant. Interaksi tersebut menjadi ruang perkenalan dan jejaring yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal di kota Serang.

Sore harinya berlangsung Kopi Darat Rukun Thread (KDRT) yang menghadirkan Workshop Pembuatan Yoghurt Gratis bersama Teh Momon dan diikuti oleh 33 peserta. Workshop ini memberikan pengetahuan praktis mengenai pengolahan pangan sehat sekaligus peluang usaha rumahan.

Hari Kedua

Kegiatan dimulai dengan Lomba Mewarnai Kategori A, B, dan C yang diikuti oleh 45 peserta anak dengan pendamping orang tua sehingga total kehadiran mencapai sekitar 90 orang.Lomba berlangsung pukul 09.15–11.15 WIB dan menjadi sarana pengembangan kreativitas, imajinasi, dan kepercayaan diri anak-anak. Pada pukul 10.00-12.00 di Aula dalam dilaksanakan Kelas Public Speaking bersama Gasa Vedder yang diikuti oleh sembilan peserta dan sembilan orang tua pendamping. Peserta diajak untuk memperkenalkan diri, mengembangkan kemampuan observasi, melatih keberanian berbicara, dan membangun kepercayaan diri melalui berbagai metode interaktif. Kelas Public Speaking merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan di Umah Kaujon setiap hari Sabtu pukul 10.00-12.00 WIB.

Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow “Setara Berkarya, Setara Berdaya: Membangun Ekosistem Inklusif bagi Penyandang Disabilitas” yang dimoderatori oleh Gasa Vedder yang berlangsung di Aula dalam pada pukul 13.00-15.00 WIB.

Narasumber yang hadir yaitu: Nur Agis Aulia (Wakil Wali Kota Serang), Suwariyanti (OJK Provinsi Banten), Erica Anca (Owner Browgasm), Kartubi (Owner Kopi Joy dan Pengusaha Tunarungu), Nurimah (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia/HWDI)

Kegiatan ini dihadiri 50 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, akademisi, mahasiswa, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Sebagai bentuk komitmen terhadap aksesibilitas informasi, talkshow didampingi oleh penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), Dr. Purnama Rika Perdana, M.Hum.

Diskusi menghasilkan berbagai gagasan penting mengenai aksesibilitas layanan publik, akses layanan keuangan yang inklusif, peluang kerja bagi penyandang disabilitas, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha.

Salah satu hasil penting dari diskusi tersebut adalah munculnya gagasan menjadikan Umah Budaya Kaujon sebagai ruang aktivitas, pemberdayaan, dan pengembangan kapasitas komunitas disabilitas di Kota Serang. Forum ini juga menjadi langkah awal menuju audiensi dan forum diskusi lanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas disabilitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menjelang sore hari, sebanyak 79 anggota Komunitas Leuleumpankan turut meramaikan festival. Kehadiran mereka menunjukkan semangat kolaborasi antar komunitas yang menjadi ruh utama kegiatan ini. Pada sore hari juga berlangsung Kopi Darat Komunitas 234 SC yang dihadiri oleh 13 peserta. Kehadiran berbagai komunitas tersebut memberikan dampak positif terhadap aktivitas tenant UMKM yang berpartisipasi.

Hari Ketiga

Hari ketiga diawali dengan kegiatan olahraga bersama. Sebanyak 95 anggota Serang Running Club (SRC) mengikuti kegiatan lari bersama mengelilingi sejumlah titik di Kota Serang sebelum kembali ke Umah Budaya Kaujon pada pukul 07.30 WIB.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Komunitas Nona Kayuh yang berjumlah 30 peserta melaksanakan kegiatan bersepeda menuju Museum Sepeda dan beberapa titik lainnya sebelum kembali ke lokasi festival pada pukul 09.30 WIB. Selain itu, kegiatan senam aerobik yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari komunitas senam, beberapa anggota SRC, serta masyarakat umum. Kegiatan olahraga ini menjadi bentuk komitmen penyelenggara dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus membangun ruang interaksi yang terbuka dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan Open Museum for Public yang dipandulangsung oleh Syalita Fawnia selaku Direktur Umah Budaya Kaujon.Puncak acara berlangsung pukul 09.30–12.00 WIB dengan dihadiri tokoh masyarakat, komunitas, pelaku UMKM, mitra kolaborasi, pengurus Masjid Kuno Kaujon, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh Lia Dahlia Sari selaku Public Relations Umah Budaya Kaujon dan perwakilan panitia pelaksana, ditegaskan bahwa semangat inklusivitas menjadi komitmen utama Umah Budaya Kaujon dan Liga Collective pada “Berpesta Bersama” ini. Melalui festival ini, panitia berupaya menghadirkan ruang yang ramah bagi ibu dan anak, penyandang disabilitas, komunitas, dan masyarakat umum. Lia juga menyampaikan optimisme bahwa Kota Serang memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang lebih inklusif melalui pengembangan ruang-ruang publik yang aksesibel dan terbuka bagi semua. Selain itu, disampaikan pula rencana pembukaan Kedai Kopi Joy di Umah Budaya Kaujon pada 1 Juli 2026 sebagai ruang kolaborasi baru yang menghubungkan teman Tuli dan teman dengar melalui aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya yang menjadi identitas utama Umah Kaujon.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan komunitas modern dance Uvibe dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang secara rutin menggunakan Umah Budaya Kaujon sebagai ruang latihan dan pengembangan kreativitas. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Syalita Fawnia selaku Direktur Umah Budaya Kaujon yang menceritakan perjalanan Umah Budaya Kaujon dari rumah keluarga hingga menjadi ruang seni, budaya, komunitas, dan museum yang terbuka untuk masyarakat sejak tahun 2021.

Menurut Syalita Fawnia, hari ulang tahun Umah Budaya Kaujon diambil dari hari ulang tahun ayahanda, sama seperti Museum Sepeda. Bahkan, ulang tahun Umah Budaya Kaujon dan Museum Sepeda berdekatan yaitu 20 Juni adalah ulang tahun Museum Sepeda, dan 21 Juni adalah ulang tahun Umah Budaya Kaujon, sehingga dibuka dengan bersepeda dari Umah Budaya Kaujon menuju Museum Sepeda dan kembali ke Umah Budaya Kaujon dengan menggandeng komunitas pesepeda Perempuan, Nona Kayuh.

Selanjutnya, penampilan modern dance USDC Kids turut memeriahkan acara sebagai simbol bahwa ruang budaya harus menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya kreativitas generasi muda. Dan proses pemotongan tumpeng menjadi puncak acara. Simbolisasi pemberian tumpeng diberikan kepada pihak keluarga oleh Syalita, kemudian kepada perwakilan Museum Sepeda dan Bakumdik, sebagai mitra kolaborasi Umah Budaya Kaujon. Setelah istirahat siang, kegiatan ditutup dengan penampilan Orkes Keroncong Smantri yang menghadirkan musik keroncong dalam nuansa yang segar dan dekat dengan generasi muda. Dengan berakhirnya penampilan tersebut, seluruh rangkaian Berpesta Bersama – Sora Sorai Festival 2026 resmi ditutup.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu dan tenaga serta materinya, sehingga betul-betul kami bisa berpesta bersama-sama dengan tetap positif dan produktif dalam berkarya. 

Umah Budaya Kaujon
Umah Budaya Kaujon
Articles: 8